Kamis, 09 Juni 2011

AS Yakin Masih Ada 1.000 Anggota Al Qaeda di Irak


AS Yakin Masih Ada 1.000 Anggota Al Qaeda di Irak
Leon Panetta (AFP)


Washington (detikNews) - Perang Amerika Serikat (AS) terhadap jaringan Al Qaeda masih terus berlangsung. AS mempercayai masih ada sekitar 1.000 orang anggota jaringan Al Qaeda di Irak.
Hal itu diungkapkan oleh Direktur Central Inteligence Agency (CIA), Leon Panetta. Leon Panetta merupakan pejabat keamanan AS yang dinominasikan menjadi Menteri Pertahanan menggantikan Robert Gates.

"Saya harus memberitahu Anda, bahwa ada sekitar 1.000 anggota Al Qaeda yang masih berada di Irak," kata Leon ketika ditanya mengenai penarikan pasukan AS dari Irak seperti dikutip reuters, Kamis (9/6/2011).

Menurut Leon, keberadaan anggota Al Qaeda membuat suasana di Irak masih rapuh. Karena itu, ia percaya AS harus mengambil langkah untuk melindungi kemajuan yang telah dicapai di negeri bekas pimpinan Saddam Hussein tersebut.

Perseteruan AS melawan Al Qaeda menemui babak baru ketika pimpinan Al Qaeda Osama bin Laden tewas dalam serangan pasukan AS di Abbottabad, tak jauh dari Islamabad, Pakistan, 2 Mei lalu. Presiden AS Barack Obama mengumumkan langsung kematian Osama dalam pidatonya di Gedung Putih.

Minggu, 05 Juni 2011

LITURGI

Hira di sude hurianta HKBP, marasing do halak ni na marjamita sian na maragenda di parmingguon. Ulaon parjamitaon godangan do i dipasahat tu angka pandita. Hira so hea do angka pandita maragenda, jumotjot do angka sintua, dung i guru huria, bibelvrouw, diakones, dohot evangelis. Nang pe songon i, unang gabe so diboto pandita maragenda, ai manang na boha pe pandita i do uluan dohot panungkunan di huria manang ressortna, tarmasuk dohot di ulaon paragendaon i.
Ingkon tangkas do pangaradeon ni ..........

Rabu, 01 Juni 2011

“Anak Sasada” Film Pertama Berbahasa Batak Toba

Toba Samosir, Sumut, 25/5 (ANTARA) – Film berjudul “Anak Sasada” merupakan film pertama menggunakan bahasa Batak Toba, dalam format layar lebar yang mengisahkan tentang kemiskinan dan pendidikan orang di desa yang harus merantau ke kota.
“Para pemain film itu tidak seluruhnya berasal dari etnik Batak Toba. Tetapi ada juga suku Melayu, Jawa dan Simalungun,” kata penulis skenario film tersebut, Thompson HS di Balige, kemarin.