Kamis, 12 Juli 2012

Pesawat Fokker F 27 Jatuh Di Halim

Lokasi jatuhnya Pesawat Fokker F-27 milik TNI AU jatuh di Kompleks Rajawali di Jalan Branjangan II, Komplek Rajawali, RT 11 RW 010, Kelurahan Halim, Kecamatan Makasar yang berdekatan dengan Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur

Diberitakan, pesawat naas itu jatuh sekitar pukul 14.45 WIB. Belum diketahui apa penyebab pesawat yang tengah latihan rutin itu jatuh. Pesawat itu terbang sekitar pukul 13.30 WIB.

Ada 7 orang tewas akibat jatuhnya pesawat tersebut. 1 Orang kini tengah kritis dan masih menjalani perawatan. Akibat Fokker jatuh itu, 8 rumah, 1 mobil dan 2 pohon terbakar.

Keunggulan Jokowi, pukulan untuk Demokrat




Jakarta, Berdasar hasil quick count, perolehan suara Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama mengungguli pasangan lain kontestan Pilgub DKI Jakarta. Meski masih hasil sementara, setidaknya ini menunjukkan jagoan PDIP itu memukul telak pasangan Partai Demokrat.

"Ini pukulan telak kepada Partai Demokrat," kata politikus PDIP, Ribka Tjiptaning di markas pemenangan Jokowi, Jl Borobudur 22, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (11/7/2012).

Menurut Ribka, hasil jajak pendapat sebelum Hari-H menunjukan Jokowi-Ahok tidak akan mampu menggungguli Foke-Nara. "Mereka bilang satu putaran, mereka bilang macam-macam dan kita dikecilkan," ujar Ketua Komisi IX DPR ini.

Tapi hari ini semua prediksi tersebut berhasil dibalik. Tingginya perolehan suara Jokowi-Ahok yang meninggalkan Foke-Nara menunjukkan partai besar tidak selalu meraih kemenangan saat mencalonkan jagonya di pemilihan kepala daerah.

"Rakyat beda dengan kaum elit dan birokrat. Suara rakyat tidak bisa dibohongi. Partai Demokrat harus belajar menghargai suara rakyat," ujar Ribka.

Sementara itu, anggota Komisi VII dari F-PDIP Dewi Aryani menyebut Jokowi unggul karena faktor ketokohan. "Ketokohan Jokowi-Ahok yang memang sudah memberi bukti sebagai tokoh bersih dari korupsi dan berkomitmen membangun wilayah Jakarta untuk semata-mata menuju kesejahteraan rakyat," ujarnya.

Bila terpilih, Dewi memastikan Jokowi akan menata kota Jakarta. "Menata wilayah kumuh,pedagang kaki lima,pasar-pasar dan fokus kepada penataan ekonomi kerakyatan. Yang pasti sebagai Gubernur DKI nantinya beliau akan menjalankan komitmen pemerintahan atau birokrasi bersih dan melayani," ujar Dewi.