Dari satu pohon yang rindang berkumandang suara kicauan burung-burung. Kicauan itu menggambarkan ada kumpulan burung yang beraneka ragam sehingga membuat suasana sangat ramai, sepertinya mereka sedang reuni. Kicauan terus terdengar dan kemudian kicauan itu tidak terdengar lagi. Mereka diam dan membisu karna kelelahan, membuat suasana menjadi hening. Tiba-tiba terdengarlah suara seekor burung Pipit kecil yang melompat-lompat di dahan pohon menyerukan satu pertanyaan yang sangat dalam dan mengandung arti. “Apa arti hidup ini ?
Mendengar pertanyaan itu terkejutlah kumpulan burung. Tak lama kemudian terdengar pula lah seekor burung Murai batu, menjawab lantang dengan suaranya yang indah “ kalau hidup inu adalah nyanyian” kicaunya. Datanglah seekor Tikus tanah yang baru keluar dari lubang persembunyiannya menghampiri kumpulan burung itu dan membantah. “Tidak….! itu tidak benar….! tetapi sesunggunya hidup ini adalah kesusahan dan perjuangan di kegelapan, itulah hidup ini !
Mendengar pertanyaan itu terkejutlah kumpulan burung. Tak lama kemudian terdengar pula lah seekor burung Murai batu, menjawab lantang dengan suaranya yang indah “ kalau hidup inu adalah nyanyian” kicaunya. Datanglah seekor Tikus tanah yang baru keluar dari lubang persembunyiannya menghampiri kumpulan burung itu dan membantah. “Tidak….! itu tidak benar….! tetapi sesunggunya hidup ini adalah kesusahan dan perjuangan di kegelapan, itulah hidup ini !
Kalau aku berfikir : berkembang dan bertumbuh itulah hidup ini celoteh setangkai Bunga Mawar yang sedang merekahkan kelopak bunganya yang indah dan harum. Melihat hal itu, seekor kunang-kunang diliputi suasana kegembiraan, datang menghampiri lalu menghinggapinya sambil berkata : “hidup ini adalah suka cita”…..! Ah.. kurang pas kawan, tetapi katakanlah demikian :
“hidup ini Suka cita yang sementara” sela seekor lalar ijau yang sedang lewat terbang dengan cepat!. Kalau pendapatku…….., hidup ini adalah kerja keras, pengakuan seekor Semut kecil yang sedang berjuang menarik sepotong paha belalang yang lebih besar dari tubuhnya. Itu salah, Mut, teriak seekor Elang besar yang melayang-layang. Hidup ini adalah Kemerdekaan …! dengan nyaring bersuara.
Hari telah berlalu dan malam pun tiba. Berhembuslah angin sepoi-sepoi dan membisikkan : “ Hidup ini adalah rencana dan angan-angan” atau secara tegas kukatakana hidup ini adalah….. Mimpi !
Kegelapan menutupi semua desa dan sawah - ladang karena malam telah menyelimuti bumi. Seorang professor bersiap untuk tidur dan berkata : Hidup ini adalah belajar.
Malam berlalu, pagi pun tiba. Rombongan anak muda sedang berjalan pulang dari pesta muda-mudi semalam suntuk yang melelahkan, ditengah perjalanan menguaplah seorang dari antara mereka sambil berkata : Oh…. cita-cita yang tidak tercapai. Hidup ini, songon lombang na so hagohan. Kemudian bersuaralah Kepompong yang sebentar lagi akan menjadi capung, katanya : hidup ini adalah : Hahomion na so tarhatahon
Matahari terbit menyinari puncak bukit dan embun di langit, bersuara yang keras dan tegas berseru pada seluruh isi dunia, “Permulaan dari yang akan datang kemudian………., itulah hidup ini. !
Bagaimana pendapat anda, Apa arti Hidup ini ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar